Mpd.umsida.ac.id — Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk menghadirkan strategi pembelajaran yang mampu membentuk peserta didik dengan keterampilan abad ke-21.
Baca Juga: 15 Mahasiswa S2 MPI Umsida Raih Beasiswa LPPD Jawa Timur 2026
Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), yang terbukti mampu meningkatkan kreativitas serta kemampuan berpikir komputasional siswa.
Hal tersebut terungkap dalam penelitian berjudul “The Role of STEM Teaching in Education: An Empirical Study to Enhance Creativity and Computational Thinking” yang diterbitkan dalam Journal of Intelligence Volume 13 Tahun 2025. Penelitian ini melibatkan kolaborasi akademisi dari beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, University of Szeged Hungaria, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, dan Universitas PGRI Madiun.
Penelitian tersebut bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif (creative thinking) dan berpikir komputasional (computational thinking/CT) siswa tingkat sekolah menengah. Peneliti menggunakan desain kuasi eksperimen dengan melibatkan 77 siswa dari sekolah negeri dan swasta di Bandar Lampung yang mengikuti intervensi pembelajaran STEM selama lima minggu.
Pembelajaran STEM Dorong Siswa Lebih Kreatif dan Solutif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis STEM mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif yang lebih signifikan dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor evaluasi secara bertahap setiap pekan selama proses pembelajaran berlangsung.
Dalam penerapannya, pembelajaran STEM tidak hanya berfokus pada penyampaian konsep, tetapi juga melibatkan aktivitas berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata. Siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai persoalan, seperti transformasi energi, pembuatan model berbasis prinsip teknik, hingga penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif dalam mengembangkan ide, bekerja sama, serta mencari solusi kreatif terhadap permasalahan yang diberikan. Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tugas individu, pembelajaran STEM mendorong pengalaman belajar yang lebih interaktif dan aplikatif.
STEM Berkontribusi terhadap Keterampilan Abad ke-21
Selain meningkatkan kreativitas, penelitian ini juga menemukan adanya hubungan positif antara sikap siswa terhadap STEM, kreativitas, dan kemampuan berpikir komputasional. Analisis Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan bahwa sikap positif terhadap STEM memiliki pengaruh kuat terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan STEM mampu menjelaskan 66,6 persen variasi kemampuan berpikir komputasional dan 24,3 persen variasi kreativitas siswa. Selain itu, kreativitas terbukti memiliki peran sebagai faktor mediasi yang memperkuat hubungan antara sikap terhadap STEM dan kemampuan berpikir komputasional.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pendidikan masa kini tidak cukup hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga perlu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah kompleks.
Relevansi bagi Pengembangan Pendidikan Islam Modern
Bagi dunia pendidikan, khususnya pengelolaan pendidikan Islam, hasil penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai perlunya inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Lembaga pendidikan Islam tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik yang memiliki pemahaman nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi intelektual dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Pendekatan STEM dapat menjadi salah satu strategi dalam menciptakan pembelajaran yang integratif, yaitu menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan kebutuhan manajemen pendidikan modern yang mengarah pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran yang adaptif dan inovatif.
Baca Juga: Magister Ilmu Komunikasi UMSIDA dan UMJ Jalin Kerja Sama Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa integrasi metode STEM dalam pembelajaran memberikan dampak positif terhadap perkembangan kreativitas dan kemampuan berpikir komputasional siswa. Oleh karena itu, penerapan pendekatan STEM menjadi salah satu alternatif penting dalam merancang pendidikan yang lebih responsif terhadap tantangan abad ke-21.
Sumber: Suherman et al. (2025). The Role of STEM Teaching in Education: An Empirical Study to Enhance Creativity and Computational Thinking. Journal of Intelligence, 13(7), 88.














