Flashcard Digital Buka Cara Baru Belajar Huruf Hijaiyah

Mpd.umsida.ac.id- Program pembelajaran huruf hijaiyah di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) kini menunjukkan arah baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga:Dosen S2 MPI Umsida Prof Achmad Jainuri Soroti Islam Berkemajuan untuk Mutu PTMA

Hal itu tampak dalam penelitian berjudul Analisis Pemanfaatan Media Flashcard Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Huruf Hijaiyah di Taman Pendidikan Al-Qur’an karya Shabilla Nur Avida dan Eni Fariyatul Fahyuni dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Penelitian yang dipublikasikan pada 15 Februari 2026 itu mengkaji penggunaan flashcard digital di TPQ Tarbiyatul Aulad, Tanggulangin, Sidoarjo, untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan membaca huruf hijaiyah siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa media digital ini membantu meningkatkan fokus, antusiasme, dan pemahaman siswa, sekaligus memudahkan guru dalam menyampaikan materi.

Temuan ini penting bagi dunia pendidikan, termasuk dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, karena menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu harus berangkat dari teknologi yang rumit. Media sederhana berbasis visual dan audio justru dapat memberi dampak nyata ketika dirancang sesuai kebutuhan peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, pembelajaran huruf hijaiyah bukan hanya soal mengenal simbol bahasa Arab, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur’an secara tepat dan bertajwid.

Tantangan Pembelajaran Hijaiyah di Lembaga Pendidikan Islam

Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa pembelajaran huruf hijaiyah di TPQ masih menghadapi sejumlah kendala. Peserta didik kerap mengalami kesulitan mengenali bentuk huruf, melafalkan bunyi dengan benar, menjaga fokus belajar, hingga membedakan huruf-huruf yang mirip. Di sisi lain, guru juga dihadapkan pada tuntutan untuk memilih strategi dan media pembelajaran yang lebih efektif agar proses belajar tidak monoton. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan pembelajaran dasar keagamaan tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga metode dan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik.

Dalam studi tersebut, flashcard digital diposisikan sebagai alternatif media interaktif yang menggabungkan tampilan visual, warna, gambar, dan unsur audio. Media ini dirancang menggunakan slide digital dan digunakan guru melalui laptop saat pembelajaran berlangsung. Meski sarana di TPQ belum sepenuhnya lengkap, pemanfaatan laptop tetap mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dibandingkan kartu manual. Huruf-huruf hijaiyah dapat ditampilkan satu per satu, diulang, diacak, dan dijelaskan kembali sesuai kebutuhan siswa.

Bagi MPD Umsida, temuan ini menarik karena menegaskan bahwa penguatan mutu pembelajaran di lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Pengelolaan pembelajaran yang baik memerlukan keberanian menghadirkan inovasi yang sederhana, mudah diterapkan, tetapi berdampak langsung pada proses dan hasil belajar. Di sinilah media pembelajaran menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Media Sederhana dengan Dampak Pembelajaran yang Nyata

Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan flashcard digital memberi perubahan pada suasana belajar. Guru memulai pembelajaran dengan pengantar singkat, lalu menampilkan huruf-huruf hijaiyah melalui layar laptop. Siswa diminta memperhatikan, menyebutkan huruf, lalu maju secara bergiliran untuk menunjuk atau membaca huruf yang ditampilkan. Pola ini membuat pembelajaran lebih aktif, karena siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses mengenali dan melafalkan huruf.

Penelitian juga mencatat bahwa guru merasa terbantu dengan media tersebut. Flashcard digital dinilai memperjelas bentuk huruf, mempercepat penyampaian materi, dan membuat siswa lebih berani serta responsif saat belajar. Salah satu kutipan dalam penelitian menunjukkan bahwa antusiasme siswa meningkat ketika media digital digunakan karena mereka menjadi lebih semangat dan lebih mudah mengenal huruf-huruf hijaiyah. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi yang tepat guna dapat memperkuat efektivitas mengajar tanpa harus mengubah esensi pembelajaran keagamaan.

Dari sisi siswa, respon yang muncul juga cenderung positif. Mereka menyukai tampilan huruf yang dianggap bagus, berwarna, bergambar, dan lebih menarik. Unsur visual dan audiovisual membuat pembelajaran terasa menyenangkan sekaligus membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah. Artinya, keberhasilan media ini bukan sekadar karena bersifat digital, tetapi karena mampu menjawab karakter belajar anak yang membutuhkan pengalaman konkret, menarik, dan interaktif.

Relevansi Temuan bagi Pengembangan Pendidikan Islam

Salah satu data paling penting dari penelitian ini terletak pada hasil penilaian individu siswa setelah penggunaan flashcard digital. Sebanyak 69 persen siswa berada pada kategori lancar, 23 persen cukup lancar, 8 persen masih terbata-bata, dan tidak ada siswa yang masuk kategori belum mampu. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik telah memiliki kemampuan membaca huruf hijaiyah yang tergolong baik setelah penggunaan media digital tersebut.

Temuan tersebut memberi pesan yang lebih luas bagi pengelolaan pendidikan Islam. Inovasi pembelajaran perlu dilihat sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan mutu lembaga, bukan sekadar pelengkap proses belajar. Ketika guru mampu memanfaatkan media yang relevan, suasana kelas menjadi lebih tertib, interaktif, dan bermakna. Dalam jangka panjang, pendekatan seperti ini dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan keagamaan sejak level dasar.

Bagi MPD Umsida, riset ini dapat dibaca sebagai contoh konkret bahwa transformasi pembelajaran di lembaga pendidikan Islam dapat dimulai dari ruang kelas yang paling dasar.

Baca Juga: Lebaran dan Bisnis Tukar Uang, Ketika Uang Mulai Diperdagangkan

Digitalisasi tidak harus selalu hadir dalam bentuk sistem yang besar dan kompleks. Inovasi kecil yang dirancang tepat sasaran justru bisa menjadi pintu masuk bagi penguatan mutu pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen pendidikan Islam yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik masa kini.

Sumber: diolah dari artikel ilmiah Analisis Pemanfaatan Media Flashcard Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Huruf Hijaiyah di Taman Pendidikan Al-Qur’an karya Shabilla Nur Avida dan Eni Fariyatul Fahyuni, terbit di JIIP Volume 9 Nomor 2 Februari 2026.

Bertita Terkini

Dosen S2 MPI Umsida Prof Achmad Jainuri Soroti Islam Berkemajuan untuk Mutu PTMA
March 4, 2026By
Penerapan Strategi NHT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar
February 27, 2026By
Peningkatan Kompetensi Guru PAI melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah di Kabupaten Sidoarjo
February 21, 2026By
Persepsi Orang Tua Dorong Minat ke SMP Swasta Nasional di Sidoarjo
February 15, 2026By
Pentingnya Penilaian Kinerja dalam Meningkatkan Prestasi Tenaga Kependidikan di Lembaga Pendidikan
January 18, 2026By
Hadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, S2 MPI Gelar Kuliah Tamu Terbuka Perkuat Mutu Pendidikan
January 10, 2026By
Dr. Suwito MM Lakukan Kunjungan ke S2 MPI Umsida untuk Survey Persiapan Beasiswa LPPD Jatim
January 8, 2026By
S2 MPI Umsida Kembangkan Aplikasi Rumah Pendidikan untuk Digitalisasi PAUD Aisyiyah III Candi
January 2, 2026By

Prestasi

Kaprodi S2 MPI Umsida Dampingi Tim PKM Hingga Raih Juara 3 PIMTANAS PTMA 2025
December 17, 2025By
Mobile Counselling Online Karya S2 MPI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI 7
November 28, 2025By
Yopi Agusta Raih Wisudawan Terbaik S2 MPI Umsida dengan IPK Hampir Sempurna, Inilah Perjalanan Inspiratifnya
July 28, 2025By
Sahrul Arifin, Wisudawan Terbaik FAI Umsida: Inspirasi Perjuangan dan Pengelolaan Waktu yang Bijak
October 29, 2024By
Guru MIM 1 Kota Probolinggo (Mahasiswa MMPI FAI UMSIDA) Raih Yudisium Terbaik FAI Umsida
November 23, 2023By