S2 MPI Umsida Perkuat Manajemen SDM dan Tata Kelola Yayasan Ulil Albab Batam

Mpd.umsida.ac.id – Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PPS Umsida) terus memperluas kontribusinya dalam penguatan lembaga pendidikan Islam.

Baca Juga: S2 MPI Umsida Dampingi Penguatan SDM Guru Yayasan Al Ishlah Karimun

Salah satunya dilakukan melalui pendampingan manajemen sumber daya manusia (SDM), penguatan tata kelola lembaga, sosialisasi Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI), serta penandatanganan MoU dan MoA dengan Yayasan Ulil Albab Batam, Rabu (18/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pascasarjana Umsida dalam membangun sinergi berkelanjutan dengan lembaga pendidikan Islam. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu SDM, penguatan sistem kelembagaan, pengembangan kompetensi guru, serta perluasan akses studi lanjut bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Yayasan Ulil Albab Batam merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang di Kota Batam. Saat ini, jumlah peserta didik di lingkungan Ulil Albab mencapai sekitar 1.630 siswa yang tersebar pada jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

Jumlah tersebut menjadi amanah besar bagi lembaga untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, profesionalitas guru, dan sistem pengelolaan sekolah secara berkelanjutan.

Penguatan Tata Kelola Lembaga Pendidikan Islam

Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Ulil Albab, Mardijono APi MSi; Kabid Mutu dan SDM, Riyani SPd; Kepala TK, Aam Maemunah SPd MM; Kepala SMP, Mukhlis MPd; Kepala SMA, Hartikasari SThI SPd; serta para kepala unit di lingkungan Ulil Albab Batam.

Dalam sambutannya, Mardijono menyampaikan bahwa pendampingan dan penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Ulil Albab Batam untuk memperkuat mutu kelembagaan.

Menurutnya, perkembangan jumlah peserta didik perlu diimbangi dengan sistem manajemen yang tertata, peningkatan kualitas SDM, serta budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada layanan pendidikan terbaik.

Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan Islam tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga perlu memiliki tata kelola yang sehat, kepemimpinan yang kuat, serta guru-guru yang terus belajar dan berkembang.

“Kerja sama dengan Umsida ini relevan untuk mendukung pengembangan Ulil Albab sebagai lembaga pendidikan Islam yang semakin adaptif, unggul, dan berdaya saing,” ujarnya.

SDM Menjadi Kunci Mutu Sekolah

Dalam kegiatan tersebut, Dr Ida Rindaningsih MPd hadir sebagai pemateri utama dalam penguatan pengelolaan lembaga dan manajemen SDM. Ia menekankan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan tidak cukup hanya ditentukan oleh aturan dan program kerja.

Menurutnya, keberhasilan sekolah juga sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti program secara konsisten.

Dr Ida menjelaskan bahwa lembaga pendidikan perlu memiliki sistem pengelolaan yang adaptif dan berkelanjutan. Sekolah juga harus mampu mengantisipasi perubahan, beradaptasi dengan tantangan, serta belajar dari pengalaman.

“Dengan pengelolaan yang baik, sekolah dapat membangun ketangguhan organisasi dan tetap berkembang di tengah perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Eni Fariyatul Fahyuni MPd menyampaikan bahwa pengembangan SDM pendidikan Islam menjadi kunci penting dalam peningkatan mutu lembaga.

Menurutnya, guru dan kepala sekolah perlu terus meningkatkan kompetensi, tidak hanya dalam aspek pembelajaran, tetapi juga dalam kepemimpinan, inovasi, manajemen mutu, komunikasi kelembagaan, serta kemampuan menggerakkan perubahan di satuan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Eni juga mengenalkan keunggulan Program Studi S2 MPI Umsida yang telah terakreditasi Unggul dan memiliki kurikulum aplikatif sesuai kebutuhan lembaga pendidikan Islam.

Program ini dirancang untuk mendukung guru, kepala sekolah, pengelola yayasan, dan praktisi pendidikan Islam agar mampu menjadi pemimpin sekaligus penggerak transformasi lembaga pendidikan yang profesional, adaptif, inovatif, dan berintegritas.

Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai peluang beasiswa dan skema kemitraan yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan tenaga kependidikan. Skema tersebut diharapkan dapat membuka akses studi lanjut yang lebih luas bagi guru-guru Ulil Albab Batam dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas diri.

MoU-MoA Jadi Payung Kolaborasi Berkelanjutan

Selain pendampingan dan sosialisasi, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Umsida dan Yayasan Ulil Albab Batam.

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi payung formal bagi penguatan kolaborasi kedua lembaga dalam bidang pendidikan, pelatihan, pendampingan, pengembangan SDM, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan mutu tata kelola lembaga pendidikan Islam.

Kabid Mutu dan SDM Ulil Albab, Riyani SPd, menyampaikan bahwa pendampingan manajemen SDM sangat dibutuhkan dalam proses peningkatan mutu sekolah.

Menurutnya, kualitas lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, tenaga kependidikan, sistem pembinaan, evaluasi kinerja, serta tindak lanjut pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Ia juga menilai Program Studi S2 MPI Umsida dapat menjadi salah satu rujukan studi lanjut bagi guru-guru Ulil Albab. Melalui program ini, guru tidak hanya memperoleh peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga penguatan kompetensi dalam kepemimpinan, manajemen mutu, supervisi, pengembangan SDM, dan tata kelola lembaga pendidikan Islam.

Para kepala sekolah di lingkungan Ulil Albab Batam turut menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai pendampingan tersebut relevan untuk memperkuat layanan pendidikan mulai dari jenjang usia dini hingga sekolah menengah.

Baca Juga: Pascasarjana Umsida Perkuat Kompetensi Guru SD Islam Integral Luqman Al-Hakim 02 Batam

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana Umsida menegaskan komitmennya dalam mendampingi lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam penguatan SDM, tata kelola kelembagaan, kepemimpinan sekolah, dan budaya mutu secara berkelanjutan.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi