Kaprodi S2 MPI Umsida Kembangkan Hidroponik Cerdas Berbasis IoT

Mpd.umsida.ac.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan pendampingan literasi sains dan green-edupreneurship Islami berbasis sensor Internet of Things (IoT) melalui program hidroponik cerdas di MTs Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo.

Baca Juga: Mahasiswa S2 MPI Umsida Dalami Manajemen Pendidikan Anak PMI di KBRI Kuala Lumpur

Kegiatan ini diketuai oleh Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI, Ketua Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Ia didampingi anggota tim, yakni Ninda Ardiani SE MEI dan Fitria Nur Hasanah MPd.

Program ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Intan Maharani, Nadira, dan Mohammad Albi. Mereka turut mendampingi siswa dalam praktik hidroponik, dokumentasi kegiatan, serta pembelajaran berbasis proyek.

Dalam pelaksanaannya, Tim PKM Umsida berkolaborasi dengan MTs Muhammadiyah 1 Taman sebagai mitra kegiatan. Pendampingan ini mendapat dukungan dari Kepala Madrasah MTs Muhammadiyah 1 Taman Mohammad David El Hakim SThI MPd, guru IPA Khoirul Basri SPd, para guru, serta siswa.

Selain unsur akademisi dan madrasah, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi hidroponik, Bu Nuris. Ia merupakan petani hidroponik sukses di Kabupaten Sidoarjo yang berbagi pengalaman langsung tentang pengelolaan hidroponik secara produktif.

Integrasikan Sains, IoT, dan Nilai Islam
Dok: Istimewa

Ketua Tim PKM Umsida, Dr Eni Fariyatul Fahyuni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, kontekstual, dan berdampak bagi sekolah.

Menurutnya, hidroponik cerdas dipilih karena mampu menghubungkan beberapa aspek penting dalam pendidikan modern. Di dalamnya terdapat literasi sains, teknologi digital, kepedulian lingkungan, kewirausahaan, serta penguatan nilai-nilai Islam.

“Program ini dirancang untuk mempertemukan literasi sains, teknologi IoT, green-edupreneurship, dan nilai-nilai Islam dalam satu kegiatan yang nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berhenti pada pemahaman teori. Melalui praktik langsung, siswa dapat mengenal proses ilmiah, memahami kebutuhan tanaman, membaca data sensor, sekaligus melihat peluang usaha dari produk hidroponik.

“Harapannya, siswa tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang amanah, kreatif, peduli lingkungan, dan memiliki jiwa kewirausahaan Islami,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal sistem hidroponik mulai dari tahap dasar. Mereka belajar merawat tanaman, memahami kebutuhan nutrisi, mengamati pertumbuhan tanaman, hingga mengenali fungsi sensor IoT dalam mendukung sistem hidroponik cerdas.

Pendekatan ini membuat pembelajaran IPA menjadi lebih hidup. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi ikut mengalami proses belajar melalui pengamatan, praktik, pencatatan, dan refleksi.

Hidroponik Jadi Media Green-Edupreneurship

Program PKM ini juga memberikan penguatan pada aspek kewirausahaan Islami. Siswa dikenalkan pada cara mengelola produk hidroponik agar memiliki nilai manfaat dan nilai jual.

Dari aspek kewirausahaan, siswa mendapatkan pemahaman tentang pencatatan sederhana, pengemasan produk, penentuan harga, hingga pelayanan kepada konsumen. Materi ini menjadi bekal awal bagi siswa untuk memahami bahwa hasil pertanian modern dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang produktif.

Sementara itu, dari aspek teknologi, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan sensor IoT dalam sistem hidroponik. Mereka juga belajar dokumentasi produk, branding sederhana, dan pemasaran digital.

Dengan model ini, hidroponik tidak hanya menjadi media praktik sains, tetapi juga ruang belajar lintas bidang. Siswa dapat melihat bahwa sains, teknologi, lingkungan, dan ekonomi dapat saling terhubung dalam satu kegiatan pembelajaran.

Kehadiran Bu Nuris sebagai praktisi hidroponik turut memperkaya pengalaman siswa. Melalui penjelasan berbasis praktik, siswa dapat memahami bahwa hidroponik bukan sekadar aktivitas menanam, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai usaha yang berkelanjutan.

Bagi MTs Muhammadiyah 1 Taman, kegiatan ini memberikan manfaat luas. Program tersebut memperkuat pembelajaran IPA berbasis praktik, menghadirkan media pembelajaran inovatif, menumbuhkan budaya peduli lingkungan, serta membuka peluang pengembangan program unggulan madrasah berbasis hidroponik cerdas dan kewirausahaan Islami.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Madrasah
dok: istimewa

Program hidroponik cerdas berbasis IoT ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, madrasah, praktisi, guru, mahasiswa, dan siswa. Setiap unsur terlibat dalam proses pendidikan yang terencana, kolaboratif, produktif, dan berkelanjutan.

Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung di masyarakat. Mereka tidak hanya membantu teknis pelaksanaan, tetapi juga belajar mendampingi siswa, mendokumentasikan kegiatan, dan menghubungkan konsep akademik dengan kebutuhan mitra.

Hidroponik cerdas dalam program ini tidak hanya diposisikan sebagai media belajar. Lebih dari itu, hidroponik menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, budaya mutu, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah dalam menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Umsida berharap kemitraan dengan MTs Muhammadiyah 1 Taman dapat terus berlanjut. Terutama dalam penguatan literasi sains, pemanfaatan teknologi pendidikan, pengembangan kewirausahaan Islami, dan peningkatan mutu pembelajaran madrasah.

Baca Juga: S2 MPI Umsida Jadi Mitra Beasiswa LPPD Jatim 2026

Program ini juga menunjukkan bahwa pendidikan Islam mampu bergerak adaptif terhadap perkembangan teknologi. Nilai-nilai Islam, sains, dan inovasi digital dapat berjalan bersama untuk membentuk peserta didik yang cerdas, kreatif, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi