Mpd.umsida.ac.id — Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus memperkuat kualitas akademik mahasiswanya melalui kegiatan student mobility dan coaching artikel ilmiah yang dilaksanakan di Solo. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman belajar, meningkatkan kemampuan akademik, serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi di luar lingkungan kampus.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa S2 MPI Umsida tidak hanya mengikuti agenda akademik, tetapi juga terlibat dalam diskusi, refleksi, serta wawancara singkat yang merekam kesan dan pengalaman mereka selama mengikuti program. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan student mobility dan coaching artikel ilmiah memberikan dampak positif terhadap semangat belajar, pemahaman akademik, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia riset dan pendidikan.
Kegiatan student mobility dan coaching artikel ilmiah ini dilaksanakan dengan pendampingan dan bimbingan langsung dari para dosen S2 MPI Umsida. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. Ida Rindaningsih, M.Pd., Dr. Eni Fariyatul Fahyuni, S.Psi., M.Pd.I, Dr. Dzulfikar Akbar Romadlon, S.Fil., M.Ud, Dr. Anita Puji Astutik, M.Pd.I, Dr. Istikomah, M.Ag., serta Dr. Budi Haryanto, M.Pd. Kehadiran para dosen pembimbing tersebut menjadi faktor penting dalam mengarahkan mahasiswa, baik dalam diskusi akademik maupun pendampingan penulisan artikel ilmiah.
Pendampingan dosen selama kegiatan berlangsung menunjukkan komitmen S2 MPI Umsida dalam menjaga kualitas proses akademik. Melalui bimbingan langsung dari dosen-dosen berpengalaman, mahasiswa tidak hanya diarahkan dalam memahami materi, tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan kemampuan riset dan penulisan artikel ilmiah secara sistematis dan berkelanjutan.
Student Mobility sebagai Ruang Penguatan Pengalaman Akademik
Kegiatan student mobility menjadi salah satu agenda utama yang dirasakan langsung manfaatnya oleh mahasiswa S2 MPI Umsida. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar di lingkungan akademik yang berbeda, berinteraksi dengan narasumber baru, serta merasakan atmosfer akademik di luar kampus asal.
Mahasiswa menilai bahwa pengalaman belajar di luar kampus memberikan perspektif baru dalam memahami materi perkuliahan. Proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi berkembang melalui diskusi, observasi, dan pertukaran gagasan secara langsung.
“Pengalaman yang didapatkan sangat luar biasa. Setelah mengikuti kegiatan ini, semangat belajar kami justru semakin bertambah,” ungkap salah satu mahasiswa dalam sesi wawancara yang dilakukan di sela kegiatan.
Pengalaman ini memperkuat keyakinan bahwa pembelajaran kontekstual dan mobilitas mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir akademik yang lebih terbuka dan kritis.
Coaching Artikel Ilmiah Dorong Budaya Riset Mahasiswa
Selain student mobility, kegiatan coaching artikel ilmiah menjadi bagian penting dalam agenda akademik mahasiswa S2 MPI Umsida di Solo. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun artikel ilmiah yang sesuai dengan standar akademik.
Dalam sesi coaching, mahasiswa mendapatkan pendampingan terkait proses penulisan artikel, mulai dari pengolahan data, penyusunan struktur tulisan, hingga strategi publikasi ilmiah. Pendekatan ini dinilai sangat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan karya ilmiah yang berkualitas.
Mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan coaching memberikan gambaran nyata tentang proses akademik yang sesungguhnya, terutama dalam dunia riset dan publikasi.
“Kegiatan ini sangat membantu, karena kami tidak hanya mendapat teori, tetapi juga arahan praktis yang bisa langsung diterapkan,” ujar salah satu peserta.
Melalui coaching ini, S2 MPI Umsida menegaskan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat di kalangan mahasiswa magister.
Diskusi dan Pembelajaran Tatap Muka Perkuat Pemahaman
Dalam rangkaian kegiatan di Solo, mahasiswa juga mengikuti berbagai sesi diskusi akademik secara tatap muka. Diskusi ini menjadi ruang refleksi dan pendalaman materi yang dirasakan lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring.
Mahasiswa menilai bahwa interaksi langsung memungkinkan mereka untuk bertanya, berdiskusi, dan mengklarifikasi materi secara lebih mendalam. Proses ini membuat pembelajaran terasa lebih jelas dan tidak menimbulkan kebingungan.
“Dengan diskusi langsung, kami tidak merasa meraba-raba. Pokok permasalahan bisa langsung dibahas dan dipahami bersama,” ungkap salah satu peserta.
Diskusi tatap muka ini menunjukkan pentingnya interaksi akademik dalam membangun pemahaman yang komprehensif, terutama pada jenjang pendidikan magister.
Pembelajaran Praktis dan Penguatan Keterampilan Analisis
Dalam beberapa sesi, mahasiswa juga menyoroti pentingnya pembelajaran praktis yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan akademik. Salah satunya adalah pengalaman dalam pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat pendukung akademik seperti SPSS.
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan pengolahan data secara real-time. Metode ini dinilai efektif karena mahasiswa dapat langsung mengaitkan teori dengan praktik.
“Pembelajarannya terasa keren dan aplikatif, karena kami bisa langsung mengolah data saat itu juga,” ujar salah satu mahasiswa.
Pendekatan ini memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tugas akademik, penelitian, dan penulisan karya ilmiah.
Lingkungan Akademik yang Membangun Motivasi dan Semangat
Selain aspek akademik, kegiatan student mobility dan coaching artikel ilmiah juga membangun suasana belajar yang positif dan memotivasi mahasiswa. Dalam beberapa sesi wawancara, mahasiswa menyampaikan bahwa lingkungan akademik yang suportif menjadi faktor penting dalam meningkatkan semangat belajar.
Salah satu narasumber menyampaikan satu kata yang menggambarkan pengalamannya, yaitu “progres”. Menurutnya, kemajuan belajar, meskipun kecil, tetap memiliki makna besar dalam proses menuntut ilmu.
“Yang penting terus berproses dan tetap semangat. Mencari ilmu adalah hal utama,” ungkapnya.
Pesan ini menjadi refleksi penting bagi mahasiswa S2 MPI Umsida untuk terus menjaga konsistensi dan semangat dalam perjalanan akademik mereka.
Kolaborasi Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran
Kegiatan di Solo juga memperkuat budaya kolaborasi antarmahasiswa. Melalui diskusi kelompok dan interaksi informal, mahasiswa saling berbagi pengalaman, membantu penyelesaian tugas, serta memperluas jejaring akademik.
Mahasiswa menilai bahwa kolaborasi ini membantu mereka memahami materi dari berbagai sudut pandang dan meningkatkan kualitas hasil belajar.
“Kerja sama seperti ini sangat membantu, terutama dalam menyelesaikan tugas dan berdiskusi tentang materi,” ungkap salah satu peserta.
Budaya kolaboratif ini menjadi bagian penting dari pembelajaran di S2 MPI Umsida.
Pesan dan Motivasi bagi Mahasiswa dan Calon Mahasiswa
Di akhir kegiatan, narasumber dan mahasiswa juga menyampaikan pesan motivasi bagi mahasiswa S2 MPI Umsida maupun calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studi di program ini.
Pesan yang disampaikan sederhana namun bermakna, yaitu tetap semangat, tidak mudah menyerah, dan menjadikan proses belajar sebagai prioritas utama.
“Semangat terus, jangan kendor, dan sukses selalu,” pesan salah satu narasumber.
Pesan ini mencerminkan semangat akademik yang dibangun melalui kegiatan student mobility dan coaching artikel ilmiah.
Komitmen S2 MPI Umsida dalam Penguatan Kualitas Akademik
Melalui kegiatan student mobility dan coaching artikel ilmiah di Solo, Program Studi S2 MPI Umsida menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas akademik mahasiswa. Pendekatan pembelajaran yang interaktif, praktis, dan kolaboratif menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan magister.
Dengan pengalaman belajar di luar kampus, pendampingan riset, serta lingkungan akademik yang suportif, S2 MPI Umsida berupaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dala
m pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional.












