S2 MPI Umsida Kembangkan Aplikasi Rumah Pendidikan untuk Digitalisasi PAUD Aisyiyah III Candi

Mpd.umsida.ac.id- Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 8 pada Mata Kuliah Supervisi dan Evaluasi memperkenalkan Aplikasi Digital Rumah Pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar dan penataan supervisi di KB TK Aisyiyah III Candi, Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jumat 19 Desember 2025.

Baca Juga: Student Mobility dan Coaching Artikel Ilmiah di Solo Perkuat Pengalaman Akademik Mahasiswa S2 MPI Umsida

Inovasi ini hadir sebagai solusi praktis agar supervisi, dokumentasi pembelajaran, dan umpan balik guru dapat berjalan lebih terencana, rapi, dan berkelanjutan melalui sistem digital.

Sekolah PAUD Berbasis Nilai Islam yang Terus Menguatkan Mutu

KB TK Aisyiyah III Candi berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah dan berdiri sejak 2010 untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan PAUD yang berkualitas, ramah anak, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Di tengah latar sosial yang beragam, sekolah berupaya menjaga lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus menanamkan pembiasaan sikap positif sejak usia dini.

Sebagai satuan pendidikan PAUD yang telah terakreditasi, sekolah ini meneguhkan komitmen peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguatan kemampuan dasar, namun juga pada pembentukan karakter, penanaman nilai keislaman, dan pembiasaan perilaku baik yang konsisten. Selain layanan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak, lembaga juga menyediakan layanan pengasuhan yang dikelola terpisah dari sistem akreditasi sebagai dukungan bagi orang tua.

Memasuki 2025, KB TK Aisyiyah III Candi mulai mengembangkan pendekatan pembelajaran mendalam yang menempatkan anak sebagai pembelajar aktif. Guru didorong menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan memberi ruang eksplorasi, sehingga proses refleksi serta evaluasi pembelajaran menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari rutinitas sekolah.

Aplikasi Rumah Pendidikan Memperkuat Supervisi dan Dokumentasi Pembelajaran

Sejalan dengan kebutuhan penguatan evaluasi pembelajaran, sekolah mulai melakukan inovasi digital melalui pemanfaatan Aplikasi Digital Rumah Pendidikan. Aplikasi ini diperkenalkan sebagai tindak lanjut dari masukan serta pendampingan mahasiswa S2 MPI Umsida selama dua minggu di sekolah, sekaligus menjadi upaya konkret membangun sistem supervisi yang lebih sistematis.

Melalui aplikasi tersebut, supervisi yang sebelumnya belum berjalan rutin kini dapat disusun lebih terencana. Guru dapat mendokumentasikan kegiatan pembelajaran, menerima catatan hasil observasi kelas, serta memperoleh umpan balik yang tersimpan secara digital. Dengan mekanisme ini, supervisi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berubah menjadi proses berkelanjutan yang dapat ditinjau kembali untuk bahan refleksi dan perbaikan.

Hasil wawancara dengan para guru menunjukkan dampak positif dalam praktik pembelajaran harian. Masukan supervisi yang terdokumentasi dinilai lebih jelas, mudah dipahami, dan lebih mudah ditindaklanjuti karena guru memiliki catatan konkret sebagai acuan. Pola ini juga membantu guru memantau perkembangan kompetensi dari waktu ke waktu berdasarkan catatan yang rapi dan mudah ditelusuri.

Tidak hanya berdampak pada administrasi, suasana supervisi juga dirasakan menjadi lebih nyaman dan bersifat mendampingi. Guru tidak lagi memandang supervisi sebagai proses yang menegangkan, melainkan sebagai ruang pembelajaran bersama. Pendekatan berbasis aplikasi ini ikut mendorong komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan kepala sekolah, serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi sesuai kebutuhan anak.

Kepala Sekolah Menilai Digitalisasi Membentuk Budaya Mutu

Kepala KB TK Aisyiyah III Candi, Mariawati SSosI, menilai penerapan Aplikasi Digital Rumah Pendidikan memberi pengalaman baru yang relevan dengan kebutuhan penguatan mutu sekolah. “Selama memimpin, saya belum pernah menjumpai aplikasi supervisi dan pembelajaran yang dirancang sederhana, tetapi manfaatnya besar untuk peningkatan mutu PAUD,” ujarnya.

Menurut Mariawati, aplikasi tersebut membantu sekolah menata administrasi supervisi agar lebih tertib dan mudah ditelusuri. “Catatan supervisi yang tersimpan secara digital memudahkan pemantauan, evaluasi, dan pembinaan guru secara berkelanjutan. Supervisi tidak lagi insidental, tapi menjadi bagian dari budaya mutu sekolah,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa inovasi digital ini selaras dengan visi sekolah untuk adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai landasan pendidikan. Meski berada di lingkungan desa, sekolah berkomitmen terbuka terhadap pembaruan yang relevan dan berdampak nyata bagi kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Kolaborasi sekolah dengan mahasiswa S2 MPI Umsida dipandang sebagai bentuk sinergi yang memberi manfaat dua arah. Sekolah memperoleh pendampingan teknis penggunaan aplikasi, sekaligus wawasan penguatan tata kelola supervisi berbasis data. Sementara itu, mahasiswa menguatkan pengalaman akademik lapangan dalam menerapkan konsep supervisi dan evaluasi pada konteks nyata satuan PAUD.

Baca Juga: S2 MPI Umsida Jalankan Go School Standarisasi Tilawati di SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage

Melalui langkah digitalisasi ini, KB TK Aisyiyah III Candi menunjukkan keseriusannya membangun layanan PAUD yang bermutu sejak dini. Aplikasi Digital Rumah Pendidikan tidak hanya menjadi alat bantu administrasi, tetapi juga sarana refleksi dan pengembangan profesional guru. Dengan kolaborasi yang kuat dan keterbukaan terhadap inovasi, sekolah optimis menghadirkan pendidikan yang adaptif, bermakna, dan relevan dengan tantangan zaman.

Penulis: Dela Mala Nuryanti