Mpd.umsida.ac.id – Pembelajaran TGT efektif dan menyenangkan menjadi kunci penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu metode yang terbukti memberikan dampak positif adalah metode pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT).
Baca Juga: Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Akuntabilitas Manajerial di Pendidikan Tinggi Islam
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muh. Kunta Akmalal Mutaqin dan Istikomah Istikomah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, penerapan metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Grogol 2 Kediri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan 30 siswa kelas II. Peneliti melihat bahwa metode pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan, berupa ceramah dan tugas, tidak berhasil menarik minat siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar mereka. Pada siklus pertama, nilai rata-rata siswa masih berada pada angka 69,33, dengan 40% siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun, setelah menerapkan TGT pada siklus kedua, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 77,46 dan hanya 3% siswa yang tidak mencapai KKM.
Peningkatan Motivasi dan Partisipasi Siswa
Menurut penelitian, model pembelajaran TGT dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa, seperti kurangnya motivasi belajar dan rendahnya partisipasi dalam pembelajaran. Model ini menggabungkan unsur permainan dan turnamen, yang membuat siswa lebih terlibat dan aktif selama proses pembelajaran. Siswa dibagi menjadi kelompok yang heterogen, dengan tugas untuk berkompetisi dalam menjawab kuis berdasarkan materi yang diajarkan. Setiap kelompok saling berlomba, namun mereka harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memahami materi dan mengerjakan soal dengan baik.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa merasa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar ketika mereka dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman sekelas mereka. Salah satu siswa menyatakan, “Saya merasa lebih semangat belajar karena bisa bekerjasama dengan teman-teman dan juga ada permainan yang menyenangkan,” ujar salah seorang siswa kelas II SDN Grogol 2.
Integrasi Permainan Digital dalam Pembelajaran
Keunikan dari penelitian ini adalah integrasi permainan digital dalam metode TGT. Penggunaan game sebagai alat bantu dalam turnamen tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga membantu siswa untuk memahami materi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Dalam hal ini, guru juga memberikan evaluasi melalui tes yang mengukur perkembangan pengetahuan siswa secara kuantitatif. Hasil belajar yang lebih baik dapat dilihat melalui peningkatan nilai yang signifikan dari siklus pertama ke siklus kedua.
Metode pembelajaran ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling membantu, terutama bagi mereka yang kesulitan memahami materi. Siswa yang lebih cepat dalam memahami materi dapat membantu teman-temannya, yang pada gilirannya meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar siswa.
Manfaat Model TGT untuk Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini menunjukkan bahwa TGT bukan hanya efektif untuk meningkatkan hasil belajar di mata pelajaran umum, tetapi juga sangat berguna dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini dikarenakan model pembelajaran TGT dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan membangun interaksi positif antar siswa.
Dengan penerapan TGT, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, toleransi, dan rasa tanggung jawab. Sebagai model yang berbasis pada pembelajaran kooperatif, TGT dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah yang ada dalam sistem pembelajaran konvensional.
Penelitian ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam aspek sosial dan emosional. TGT membuktikan bahwa pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif akan memberikan dampak yang signifikan terhadap prestasi belajar mereka.
Kesimpulan dan Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian, metode TGT terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Grogol 2 Kediri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dari siklus pertama yang menunjukkan hasil kurang memuaskan, siklus kedua menunjukkan hasil yang lebih baik dengan lebih dari 97% siswa mencapai KKM. Peneliti menyarankan agar metode ini diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di tingkat dasar.
Baca Juga: Problematika Pembelajaran Bahasa Arab di Boarding School Jadi Sorotan Dosen PBA Umsida
Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pembelajaran di Indonesia, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Dengan melibatkan elemen permainan dan kompetisi yang sehat, TGT mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif.
Sumber:
Mutaqin, M. K., & Istikomah, I. (2025). Team Games Tournament Method Improves Islamic Education Learning Outcomes. Indonesian Journal of Education Methods Development, Vol. 20 No. 4.