Mpd.umsida.ac.id – Dalam upaya menciptakan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman, gagasan integrasi antara pendidikan Islam tradisional dan pendidikan modern menjadi sebuah solusi ideal. Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), yaitu Nanik Mindarnengsih, Istikomah, dan Tuafiq Churrohman dalam penelitian berjudul “Konsep Kolaborasi Pendidikan Islam dengan Pendidikan Koloni Hindia Belanda dalam Perspektif Ahmad Dahlan.”
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konsep pemikiran Ahmad Dahlan yang berhasil mengintegrasikan pendidikan Islam tradisional dengan pendidikan modern yang diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda, sekaligus menyesuaikan sistem pendidikan Islam dengan kebutuhan zaman.
Kolaborasi Pendidikan Islam Tradisional dan Modern
Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah, merupakan salah satu pelopor yang memperkenalkan pendekatan baru dalam pendidikan Islam di Indonesia. Dalam penelitiannya, ketiga dosen Umsida ini menjelaskan bahwa Ahmad Dahlan sangat menyadari pentingnya mengintegrasikan pendidikan Islam tradisional yang berbasis pesantren dengan sistem pendidikan kolonial Hindia Belanda yang modern.
Dalam perspektif Ahmad Dahlan, pendidikan Islam tradisional seringkali terlalu terpusat pada guru dengan model pembelajaran satu arah, sementara pendidikan modern menawarkan kebebasan berpikir, keaktifan siswa, dan orientasi pada pemahaman ilmu pengetahuan umum. Oleh karena itu, Ahmad Dahlan menginisiasi kolaborasi antara dua pendekatan tersebut untuk menciptakan pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi muda Islam yang dinamis, kreatif, inovatif, serta beriman dan bertakwa.
Mengubah Mindset Tradisional ke Modern
Kontribusi besar Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia adalah mengubah paradigma lama yang cenderung statis menjadi lebih dinamis dan progresif. Menurut Ahmad Dahlan, pendidikan Islam tidak boleh bersifat monoton atau berorientasi hanya pada ilmu agama saja, tetapi harus terintegrasi dengan ilmu umum agar lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Menurut hasil penelitian, Ahmad Dahlan memandang bahwa pendidikan Islam yang ideal adalah yang mampu menghasilkan insan yang utuh, yaitu yang memiliki penguasaan ilmu agama secara mendalam sekaligus pengetahuan umum yang luas. Hal ini ia wujudkan dengan memasukkan kurikulum agama ke sekolah umum serta mengadopsi metode pengajaran modern ke dalam pendidikan agama Islam.
Penelitian ini menjelaskan bahwa Ahmad Dahlan mencetuskan integrasi ilmu agama dan ilmu umum serta memotivasi siswa untuk berpikir bebas dan kritis agar tidak menjadi pribadi yang hanya mengikuti (taqlid) tanpa berpikir logis dan rasional. Menurut Ahmad Dahlan, pendidikan modern harus melatih siswa berpikir mandiri, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta memiliki karakter yang kokoh dalam iman dan moral.
Kolaborasi Sistem Pendidikan Tradisional dan Modern
Hasil penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya menggabungkan pola pendidikan tradisional dan modern untuk menciptakan sistem pendidikan Islam yang komprehensif dan relevan. Kolaborasi ini dapat dilihat dalam berbagai aspek pendidikan seperti kurikulum, metode pengajaran, hingga manajemen sekolah.
Dalam konteks manajemen pendidikan, Ahmad Dahlan menyarankan penggunaan pendekatan modern yang terencana, sistematis, dan berorientasi pada hasil yang jelas. Dengan cara tersebut, sekolah atau madrasah mampu mengembangkan kemampuan siswa secara optimal dalam berbagai aspek, mulai dari kognitif, afektif hingga psikomotorik.
Dalam implementasinya, pendidikan modern tidak lagi bersifat terpusat pada guru, namun melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, menggunakan metode diskusi dan pendekatan yang kreatif. Tujuan akhirnya adalah siswa mampu mandiri dan siap menghadapi tantangan kehidupan nyata.
Pendidikan Humanisme Ahmad Dahlan untuk Masa Depan
Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti bahwa Ahmad Dahlan juga memasukkan konsep humanisme dalam pendidikan Islam. Pendidikan yang dikembangkan Ahmad Dahlan tidak hanya menyasar kecerdasan intelektual, melainkan juga kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual. Hal ini bertujuan menciptakan generasi muslim yang mampu menjadi pelopor perubahan sosial, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Peneliti menyimpulkan bahwa konsep pendidikan Ahmad Dahlan sangat relevan hingga saat ini, di mana integrasi pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan modern menjadi keharusan. Dengan demikian, Program Studi Magister Pendidikan Islam (MPD) Umsida terus berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan Islam yang modern, dinamis, dan berorientasi pada kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur agama Islam.
Penulis: Tim Redaksi MPD Umsida
Sumber: Nanik Mindarnengsih, Istikomah, Tuafiq Churrohman, ICECRS Proceedings, Vol 6 (2020).