Transformasi Pendidikan Inklusif di Era Digital, Modifikasi Kurikulum Berbasis Aplikasi On-Line

Mpd.msida.ac.id – Tantangan pendidikan inklusif di era digital mendorong para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk menghadirkan solusi inovatif.

Baca Juga: Kemerosotan Moral di Era Digital Kian Mengkhawatirkan, Pendidikan Islam Diminta Hadirkan Solusi

Dalam artikel ilmiah yang terbit di Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam, tim peneliti dari Fakultas Agama Islam dan Fakultas Sains dan Teknologi Umsida yang terdiri dari Istikomah, Nurdyansyah, dan Ika Ratna Indra Astutik mengkaji modifikasi kurikulum sekolah inklusi berbasis aplikasi on-line yang diujicobakan di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, riset ini membuktikan bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak bisa disamaratakan dengan siswa reguler dalam konteks pembelajaran daring. Modifikasi kurikulum menjadi kunci utama untuk menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan sesuai karakteristik individual siswa.

Solusi Kurikulum Fleksibel dan Adaptif

Penelitian ini menekankan bahwa sekolah inklusi memerlukan sistem kurikulum yang tidak hanya disesuaikan dengan kompetensi akademik siswa, tetapi juga memperhitungkan hambatan fisik dan psikis yang mereka miliki. Kurikulum yang dimodifikasi meliputi:

  • Penyederhanaan dan penyesuaian bahan ajar sesuai kebutuhan ABK
  • Evaluasi pembelajaran berbasis penilaian individual
  • Pengayaan materi berbasis kemampuan aktual siswa

Proses modifikasi dilakukan secara sistematis melalui analisis silabus, RPP, sumber belajar, dan strategi pembelajaran, yang semuanya diadaptasi dalam bentuk digital. Aplikasi pembelajaran daring dikembangkan untuk membantu siswa belajar secara mandiri namun tetap didampingi oleh tutor dan wali murid.

“Pendidikan inklusif bukan sekadar menyatukan siswa ABK dalam kelas reguler, tetapi memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu sesuai haknya,” jelas Nurdyansyah, salah satu penulis yang juga dosen S2 Manajemen Pendidikan Islam Umsida.

Tantangan Era Digital dan Realitas di Lapangan

Kabupaten Sidoarjo dipilih sebagai lokasi studi karena telah ditetapkan sebagai “kota inklusi” oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Namun, dari 18 kecamatan yang ada, belum seluruhnya mampu memenuhi standar layanan pendidikan inklusi. Kendala terbesar antara lain kekurangan tenaga pendidik profesional, belum meratanya ketersediaan alat bantu edukatif, dan minimnya modul pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan ABK.

Data lapangan menunjukkan bahwa kategori siswa inklusi yang paling dominan adalah slow learner atau lambat belajar, diikuti oleh tuna grahita, ADHD, dan tuna daksa. Setiap kategori siswa ini memerlukan pendekatan pembelajaran yang spesifik, termasuk dari sisi posisi duduk, media pengajaran, dan bentuk interaksi guru.

Melalui prototipe aplikasi “Sekolah Inklusi On-Line”, para peneliti merancang layanan daring yang tidak hanya menghadirkan bahan ajar berbasis kurikulum 2013, tetapi juga dilengkapi dengan panduan pembelajaran, alat peraga edukatif, serta fitur pembimbingan dari psikolog dan pakar pendidikan.

Kontribusi untuk Masa Depan Pendidikan Islam

Penelitian ini menjadi kontribusi strategis Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi. Di tengah transformasi digital pasca pandemi Covid-19, inovasi ini memberikan harapan baru bagi siswa ABK untuk memperoleh pendidikan setara.

Selain memajukan aspek teknologis, riset ini juga mengedepankan pendekatan berbasis nilai keislaman. Bahwa setiap anak, apapun keadaannya, memiliki hak yang sama dalam memperoleh ilmu dan kesempatan berkembang. “Ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi juga amanah moral dan religius dalam dunia pendidikan,” tambah Nurdyansyah.

Baca Juga: Roadshow Penguatan Kerja Sama FAI Umsida Kunjungi 3 Sekolah Ternama di Malang Selatan

Dengan integrasi antara aplikasi daring, modifikasi kurikulum, dan pelibatan aktif seluruh pihak (guru, kepala sekolah, orang tua, dan tenaga profesional), sekolah inklusi berbasis aplikasi on-line diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran anak berkebutuhan khusus dengan lebih manusiawi, efektif, dan terukur.

Sumber:
Istikomah, Nurdyansyah, & Ika Ratna Indra Astutik. (2020). Modifikasi Kurikulum Sekolah Inklusi Berbasis Aplikasi On-Line. Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 9 No. 2, 138–149.
Tersedia di: http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Tadarus/article/view/1367

Bertita Terkini

Pentingnya Penilaian Kinerja dalam Meningkatkan Prestasi Tenaga Kependidikan di Lembaga Pendidikan
January 18, 2026By
Hadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, S2 MPI Gelar Kuliah Tamu Terbuka Perkuat Mutu Pendidikan
January 10, 2026By
Dr. Suwito MM Lakukan Kunjungan ke S2 MPI Umsida untuk Survey Persiapan Beasiswa LPPD Jatim
January 8, 2026By
S2 MPI Umsida Kembangkan Aplikasi Rumah Pendidikan untuk Digitalisasi PAUD Aisyiyah III Candi
January 2, 2026By
Student Mobility dan Coaching Artikel Ilmiah di Solo Perkuat Pengalaman Akademik Mahasiswa S2 MPI Umsida
December 30, 2025By
Riset Umsida Ungkap Alasan Orang Tua Sidoarjo Memilih SMP Swasta Nasional
December 30, 2025By
 Tantangan Pembelajaran PAI di Era Digital
December 23, 2025By
Kaprodi S2 MPI Umsida Dampingi Tim PKM Hingga Raih Juara 3 PIMTANAS PTMA 2025
December 17, 2025By

Prestasi

Kaprodi S2 MPI Umsida Dampingi Tim PKM Hingga Raih Juara 3 PIMTANAS PTMA 2025
December 17, 2025By
Mobile Counselling Online Karya S2 MPI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI 7
November 28, 2025By
Yopi Agusta Raih Wisudawan Terbaik S2 MPI Umsida dengan IPK Hampir Sempurna, Inilah Perjalanan Inspiratifnya
July 28, 2025By
Sahrul Arifin, Wisudawan Terbaik FAI Umsida: Inspirasi Perjuangan dan Pengelolaan Waktu yang Bijak
October 29, 2024By
Guru MIM 1 Kota Probolinggo (Mahasiswa MMPI FAI UMSIDA) Raih Yudisium Terbaik FAI Umsida
November 23, 2023By